Senin, 22 Oktober 2012

Kultur Area Madura di Provinsi Jawa Timur tentang Perkawinan Tradisional Sogugan, di Kabupaten Jember/ Cultur Area Madura in East Java province on Traditional Marriage Sogugan, in Jember FOR GENERAL SOSIOLOGY


Kultur Area Madura di Provinsi Jawa Timur tentang Perkawinan Tradisional Sogugan, di Kabupaten Jember

(Sumber: Supriyanto, Henri.1997. Upacara Adat Jawa Timur. Surabaya: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur.)

Daerah Tingkat II (DATI II) Kabupaten Jember

                Perkawinan dengan upacara adat “Sogugan” masih dijumpai dan dilesterikan di daerah Jember bagian Utara. Tradisi Sogugan terkait dengan upacara perkawinan khususnya aktivitas penyumbang terhadap pemilik hajat menyumbang pemilik hajat. (Jawa –buwuh ata mbecek) ternyata amat beragam masyarakat tertentu sering memberi sumbangan dalam bentuk natura (bahan mentah seperti beras, kelapa, minyak dan lain-lain) tetapi banyak pula dengan cara memberi sumbangan uang. Sogugan yang dimaksud di sini adalah pemberian sumbangan secara khusus, nilai sumbangan melebihi sumbangan pada umumnya. Misalnya lelaki (ayah) pada umumnya menyumbang senilai Rp 25 ribu, sedang sogugan nilai sumbangan di atas Rp 100 ribu, bahkan Rp 500 ribu atau seharga seekor sapi pada waktu itu.

                Tradisi yang dilestarikan ialah upacara penyambutan memberi sumbangan secara rinci sebagai berikut; penyumbang biasanya membawa uang (nilai cukup besar) dan membawa “jodhang” (peti kayu, berbentuk panjang, beris makanan, dan biasanya dipikul oleh dua orang). Penyogug (penyumbang) ini disambut pemilik rumah (yang mempunyai hajat ) di pintu depan terop, dengan iringan gamelan kenong tello’ dan seoerang pesinden yang suaranya amat merdu.

                Penyumbang dan pemilik rumah biasanya diwakili cacam (juru bicara), di depan terop tersebut terdialog singkat, yang intinya bahwa pihak penyumbang dengna ikhlas, tulus memberi sumbangna demi kelestarian hubungan persaudaraan/ kekeluargaan.

                Dialog macam tersebut dilanjutkan dengan upacara serah terimah sumbangan, sambil menari yang diwakili oleh kedua cacam. Iringan music. Gamelan kenong telo’ yang dimaksudkan misalnya gendhing “Walang Kekek, Pelog, Temor, gendhing Gangtung dan gendhing jula-juli Jawa Timuran”. Penghitungan di tempat yang telah ditetapkan, disaksikan oleh macam, pesinden, dan tamu undangan yang lain. Uang sumbangan di simpan di bokor dan dijaga secara khusus. Kadang kala uang sumbangan itu dirangkai pada sebilah bamboo. Semakin besar sumbangan yang diberikan, semakin tinggi status social penyumbang di masyarakat.

Urutan Kegiatan

1) pasangan penganten patah (penengah) duduk di tempat pelaminan. Pemikul gamelan mempersiapkan diri di tempat yang ditentukan pewara (penata cara –MC) siao membacakan deskripsinya tata upacara.

2) Gendhing “Kebo Giro” berbunyi, tanpa penganten pria datang dan upacara memasuki babak “temu manten”. Orang tua kedua belah pihak bertemu dan berjabat tangan, serta duduk di tempat yang telah dipersiapkan dalam komposisi tertentu. Temu penganten dilanjutkan dengan upacara terbakti ke pasangan orang tua (Jawa-sungkeman). Akhirnya pasangan penganten berdampingan duduk di pelaminan.

3)  toktok, kode  tamu sogugan datang, gamelan kenong tello’ menyambut tamu yang diterima di luar terop. Kedua cacam berdialog, penyerahan uang sumbangan dan jodhang, dengan tari-tarian. Penyumbang dipersilahkan mencari tempat duduk.

4) sambil menuju ke tempat duduk, tamu diiringi cacam masuk ke terop, berjabat tangan dengan kedua pasangan orang tua penganten dan berjabat tangan dengan penganten.

5) Sesudah menikmati hidangan (makan) tamu meminta izin pulang. Penyumbang diiringi pasangan penganten, orang tua penganten, patah, pengiring menuju ke pintu gerbang tarup. Gamelan membunyikan gendhing penutup.

Dengan demikian satu babak upacara adat sogugan telah sempurna.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Cultur Area Madura in East Java province on Traditional Marriage Sogugan, in Jember
(Source: Supriyanto, Henri.1997. Ceremony in East Java. Surabaya: Regional Department of Tourism and Culture Provincial Level Region East Java.)
Regional Level II (municipal) Jember
Marriage with a ceremonial "Sogugan" still found in the area and dilesterikan Jember the North. Sogugan traditions associated with the marriage ceremony contributors to the owner of the particular activity contributes lavatory lavatory owners. (Java-buwuh ata mbecek) proved highly diverse specific communities often contribute in kind (raw materials such as rice, coconut oil, etc.) but there are many ways to contribute money. Sogugan in question here is the donation in particular, the value of donations exceeding a donation in general. For example, men (fathers) are generally accounted for Rp 25 thousand, was sogugan value of donations of more than Rp 100 thousand, $ 500 thousand or even for a cow at that time.
The tradition is preserved contribute welcoming ceremony in detail as follows; contributor usually carry money (value is quite large) and bring "jodhang" (crates, are long, Beris food, and usually carried by two people). Penyogug (contributor) is welcomed home owners (who have urination) in canvas shelters the front door, to the accompaniment of gamelan kenong Tello 'and seoerang singer whose voice was very melodious.
Contributor and homeowners usually represented cacam (spokesman), in front of the canvas shelters terdialog short, substantiating that the contributor dengna sincere, heartfelt giving sumbangna for sustainability fraternal relations / family.
The dialogue was followed by a variety of accepted the donation handover ceremony, dancing, represented by both cacam.Accompaniment music. Gamelan kenong telo 'which is intended as the piece "Walang snicker, Pelog, Temor, Gangtung the piece and the piece-July Javanese Jula Timuran". Counting on the set, witnessed by the variety, singer, and other invited guests. Money donations are stored and maintained in a special bowl. Sometimes donations were assembled on the blade of bamboo. The bigger the donation is given, the higher the social status in the community contributors.
Sequence Activity
1) bridal couple broken (middle) sitting on the aisle. Prepare gamelan bearer where indicated pewara (stylist how-MC) siao rite read the description.
2) Gendhing "Kebo Giro" sound, without the groom and the ceremony came into the round "Intersection manten". Parents of both parties to meet and shake hands, and sit on the prepared in a particular composition. Gathering bride ceremony continued with the pair terbakti parents (Java-Sungkeman). Finally the pair sat side by side in the aisle bride.
3) toktok, code sogugan guests arrive, gamelan kenong Tello 'welcomes guests received outside of canvas shelters. Second cacam dialogue, delivery and jodhang donations, with dances.Contributors are welcome to find a seat.
4) while heading to the seat, are accompanied cacam into canvas shelters, shaking hands with both pairs of parents shook hands with the bride and groom.
5) After enjoying the meal (meal) are asking for permission to go home. Contributor spouse accompanied the bride, bride parents, broken, bridesmaid tarup toward the gate. Gamelan sounds cover the piece.
Thus, one-half ceremony sogugan been perfect.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar